Senin, 01 April 2013

makalah cidera olahraga


BAB I
PENDAHULUAN

1.1             Latar Belakang
Cedera atau luka adalah sesuatu kerusakan pada struktur atau fungsi tubuh yang dikarenakan suatu paksaan atau tekanan fisik maupun kimiawi.Cedera adalah suatu akibat daripada gaya-gaya yang bekerja pada tubuh atau sebagian daripada tubuh dimana melampaui kemampuan tubuh untuk mengatasinya, gaya-gaya ini bisa berlangsung dengan cepat atau jangka lama.
 Cedera sering dialami oleh seorang atlit, seperti cedera goresan, robek pada ligamen, atau patah tulang karena terjatuh. Cedera tersebut biasanya memerlukan pertolongan yang profesional dengan segera.Cara yang lebih efektif dalam mengatasi cedera adalah dengan memahami beberapa jenis cedera dan mengenali bagaimana tubuh kita memberikan respon terhadap cedera tersebut. Juga, akan dapat untuk memahami tubuh kita, sehingga dapat mengetahui apa yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya cedera, bagaimana mendeteksi suatu cedera agar tidak terjadi parah, bagaimana mengobatinya dan kapan meminta pengobatan secara profesional (memeriksakan diri ke dokter).

1.2.       TUJUAN
         Pembiasaan perilaku hidup sehat;Peningkatan produktivitas belajar peserta didik;Peningkatan dan pengembangan pengetahuan, sikap dan keterampilan peserta didik dalam menjalankan prinsip hidup sehat serta berpartisipasi aktif di dalam upaya meningkatkan kesehatan di sekolah, rumah maupun masyarakat,Peningkatan daya hayat dan daya tangkap terhadap pengaruh buruk penyalahgunaan narkoba, obat dan berbahaya lainnya.

   
1.3.       MANFAAT
Tujuan penyelenggaraan upaya kesehatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para petugas kesehatan tentang kesehatan olahraga di tingkat pelayanan kesehatan dasar (Puskesmas),sehingga dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat agar masyarakat terhindar dari berbagai penyakit tidak menular dan dapat meningkatkan derajat kesehatan, kebugaran serta produktifitas kerja.




















BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Macam-macam cidera olahraga
a)      Sprain (keseleo) Sprain adalah bentuk cidera berupa penguluran atau kerobekan pada ligament (jaringan yang menghubungkan tulang dengan tulang) atau kapsul sendi, yang memberikan stabilitas sendi. Kerusakan yang parah pada ligament atau kapsul sendi dapat menyebabkan ketidakstabilan pada sendi. Gejalanya dapat berupa nyeri, inflamasi/peradangan, dan pada beberapa kasus, ketidakmampuan menggerakkan tungkai.

Sprain atau keseleo adalah jenis cedera yang paling sering dialami oleh para pemain sepak bola, Untuk menghindari keseleo, diperlukan pemanasan yang cukup dan stretching yang tepat bisa mencegah terjadinya cedera tersebut (Hardianto Wibowo 1995: 22).
Berikut ini adalah tingkatan cedera sprain:
a.    Sprain Tingkat I
Pada cedera ini terdapat sedikit hematoma dalam ligamentum dan hanya beberapa serabut yang putus. Cedera menimbulkan rasa nyeri tekan, pembengkatan dan rasa sakit pada daerah tersebut. cedera pada tingkat ini cukut diberikan istirahat saja karena akan sembuh dengan sendirinya
b.      Sprain Tingkat II
Pada cedera ini lebih banyak serabut dari ligamentum yang putus, tetapi lebih separuh serabut ligamentum yang utuh. Cedera menimbulkan rasa sakit, nyeri tekan, pembengkakan, efusi, (cairan yang keluar) dan biasanya tidak dapat menggerakkan persendian tersebut. kita harus membrikan tindakan imobilisasi (suatu tindakan yang diberikan agar bagian yang cedera tidak dapat digerakan) dengan cara balut tekan, spalk maupun gibs.
    c.     Sprain Tingkat III
Pada cedera ini seluruh ligamentum putus, sehinnga kedua ujungya terpisah. Persendian yang bersangkutan merasa sangat sakit, terdapat darah dalam persendian, pembekakan, tidak dapat bergerak seperti biasa, dan terdapat gerakan–gerakan yang abnormal. Cedera tingkat ini harus dibawa ke rumah sakit untuk dioperasi namun harus diberi pertolongan pertama terlebih dahulu.


b)      Strain.Strain adalah bentuk cidera berupa penguluran atau kerobekan pada struktur muskulo-tendinous (otot dan tendon). Jenis cedera ini terjadi akibat otot tertarik pada arah yang salah, kontraksi otot yang berlebihan atau ketika terjadi kontraksi, otot belum siap. Strains sering terjadi pada bagian groin muscles (otot pada kunci paha), hamstrings (otot paha bagian bawah), dan otot quadriceps. Cedera tertarik otot betis juga kerap terjadi pada para pemain bola. Fleksibilitas otot yang baik bisa menghindarkan diri dari cedera macam ini. Kuncinya dalah selalu melakukan stretching setelah melakukan pemanasan, terutama pada bagian otot-otot yang rentan tersebut (Hardianto Wibowo 1995: 22).

Pengobatan sprain dan strain adalah terapi, yang dilakukan adalah reset atau istirahat, mendinginkan area cidera, copression atau balut bagian yang cidera, elevasi atau meninggikan, membebaskan diri dari beban. Jika nyeri dan bengkak berkurang selama 48 jam setelah cidera, gerakkan persendian tulang ke seluruh arah. Hindari tekanan pada daerah cidera sampai nyeri hilang (biasanya 7-10 hari untuk cidera ringan dan 3-5 minggu untuk cidera berat), gunakan tongkat penopang ketika berjalan bila dibutuhkan.
Menurut Hardianto Wibowo (1995: 16), Cidera derajat I biasanya sembuh dengan cepat dengan pemberian istirahat, es, kompresi dan elevasi (RICE). Terapi latihan dapat membantu mengembalikan kekuatan dan fleksibilitas. Cidera derajat II terapinya sama hanya saja ditambah dengan immobilisasi pada daerah yang cidera.. Kunci dari penyembuhan adalah evaluasi dini dengan professional medis.
c)      Knee Injuries Adalah cidera yang terjadi karena adanya paksaan dari tendon. Saat mengalami cidera ini akan merasakan nyeri tepat dibawah mangkuk lutut setelah melakukan latihan olahraga. Rasa sakit itu disebabkan oleh gerakan melompat, menerjang maupun melompat dan turun kembali.
Ada beberapa jenis cedera lutut yang umum dialami oleh pemain bola, yaitu cedera pada medial collateral ligament, meniscus, dan anterior cruciate ligament, baik itu sobek pada jaringan, maupun putusnya jaringan tersebut.
d)      Compartment Syndrome.Para atlet pada umumnya sering mengalami permasalahan (gangguan rasa nyeri atau sakit) yang terjadi pada kaki bawah (meliputi daerah antara lutut dan pergelangan kaki). Terkadang rasa sakit/nyeri tersebut terjadi karena adanya suatu sindrom kompartemen
Diagnosa terhadap sindrom terhadap sindrom tersebut dilakukan dengan cara perkiraan,
karena pola karakteristik (gejala) dan rasa sakit tersebut dan ukuran-ukuran tekanan kompartemennya. Diantara beberapa penyakit yang menyertai sindrom ini dapat diatasi dengan pembedahan (operasi).
e)       Shin Splints.Istilah shin aplints kadang-kadang digunakan untuk menggambarkan adanya rasa sakit (cidera pada kaki bagian bawah yang seringkali terjadi terjadi akibat melakukan berbagai aktivitas olahraga, termasuk olahraga lari. Shin splints ada 2 jenis yaitu; a). Anterior Shin Splints, yaitu rasa sakit yang terjadi pada bagian depan (anterior) dari tulang gares (tibia). B) Posterior Shin Splints, rasa sakit tersebut terasa pada bagian dalam (medial) kaki pada tulang tibia
Shin splints disebabkan oleh adanya robekan sangat kecil pada otot-otot kaki bagian bawah yang berhubungan erat dengan tulang gares. Pertama-tama akan mengalami rasa sakit yang menarik-narik setelah melakukan lari. Anterior shin splints disebabkan oleh adanya ketidakseimbangan otot kaki.
f)       Achilles Tendon Injuries.Cedera pada tendon achilles ini menempati peringkat pertama yang sering terjadi pada atlet dan paling sulit untuk merawat/menyembuhkannya. Cedera tersebut berkisar dari tendinitis ringan sampai pada pemutusan tendon yang parah. Kunci dari diagnosa tahap-tahap cidera ini adalah pengenalan pada tanda-tanda dan gejala-gejala yang terjadi.
g)      Fractures.Cedera seperti ini dialami apabila pemain yang bersangkutan mengalami benturan dengan pemain lain atau sesuatu yang keras. Cedera fractures tidak hanya terjadi pada bagian kaki macam tulang paha, tulang kering, tulang selangkangan, atau tulang telapak kaki, tapi juga kerap terjadi pada lengan, bahu, hingga pergelangan tangan. Untuk menghindari cedera macam ini, penggunaan pelindung sangat dianjurkan untuk meminimalisir patah atau retak tulang. Kasus Wayne Rooney merupakan salah satu contoh cedera fractures yang cukup membuat pusing Alex Fergusson.

Setiap tulang yang mendapatkan tekanan terus-menerus diluar kapasitasnya dapat mengalami keretakan (stress fracture). Kelemahan pada struktur tulang sering terjadi pada atlet ski, jogging, berbagai atlet lari, dan pendaki gunung maupun para tentara, mengalami march fracture.

Macam-macam patah tulang:
• Patah tulang terbuka dimana fragmen (pecahan) tulang melukai kulit diatasnya dan tulang keluar.
• Patah tulang tertutup dimana fragmen (pecahan) tulang tidak menembus permukaan kulit.
Penanganan patah tulang yang dilakukan menurut Hardianto Wibowo (1995:28) sebagai berikut: olahragawan tidak boleh melanjutkan pertandingan.
2.Cidera Pada Cabang Olahraga Sepak Bola:
A.     Cedera Ringan yang dimaksud dengan cedera ringan adalah cedera dimana si pemain masih dapat melanjutkan permainannya misalnya :

·         Luka lecet
·         Strain dan strain tingkat Satu
·         Kram otot
·         Memar otot (kontusio)

B.     Cedera Berat (dimana si pemain tidak dapat melanjutkan permainnnanya.
·    Cedera pada kepala : gegar otak atau cedera yang menimbulkan pingsan dan tidak sadar, pendarahan yang sukar dihentikan, patah tulang hidung
·    Cedera pada lutut : kontusio,robekan ligamen, robekan otot, dislokasi patella, robekan meniskus.
·    Cedera pada pergelangan kaki : patah tulang malleolus medialis tibia , dislokasi talokruralis , haermarthrose.

3.Faktor Penyebab Cidera:
A.     Latihan Yang Berlebihan , Ini bisa terjadi jika anda memaksa diri untuk berlatih di luar batas kemampuan diri anda, berlatihlah sesuai dengan kemampuan anda, anda harus tahu batas kemampuan tubuh anda sendiri.
B.     Ketidak Seimbangan ,Otot Ini bisa terjadi jika salah satu otot lebih kuat daripada otot lain yang melakukan fungsi yang berlawanan misalnya selain melatih otot Biceps (Lengan Atas Depan) kita juga harus melatih otot Triceps (Lengan Atas Belakang), agar kekuatan otot lengan kita berimbang
C.     Kurangnya Pemanasan ,Pemanasan sebelum berolahraga sangat penting, karena ini membantu untuk kita menjadi tidak kaku/ menambah flexibilitas sehingga bisa terhindar dari cedera.
D.     Metode Latihan Yang Salah,Metode latihan yang salah merupakan penyebab paling sering dari cedera pada otot dan sendi. Penderita tidak memberikan waktu pemulihan yang cukup setelah melakukan olah raga atau tidak berhenti berlatih ketika timbul nyeri. Setiap kali otot tertekan oleh aktivitas yang intensif, latihan berat, hari berikutnya beristirahat atau melakukan latihan ringan. Hanya perenang yang bisa melakukan latihan yang berat dan ringan setiap hari tanpa mengalami cedera. Kemungkinan daya ampung dari air membantu melindungi otot dan sendi para perenang.
E.      Kelainan Struktural, Kelainanan struktural atau anatomi   tubuh anda yang dapat memberikan stress tambahan, misalnya kelainan otot, tulang, sendi dll. Ini bisa karena bawaan dari lahir
Kelainan struktural bisa menyebabkan seseorang lebih peka terhadap cedera olah raga karena adanya tekanan yang tidak semestinya pada bagian tubuh tertentu. Misalnya, jika panjang kedua tungkai tidak sama, maka pinggul dan lutut pada tungkai yang lebih panjang akan mendapatkan tekanan yang lebih besar.
F.      Kelemahan Otot, Tendon & Ligamen, Jika mendapatkan tekanan yang lebih besar daripada kekuatan alaminya, maka otot, tendon dan ligamen akan mengalami robekan. Tulang yang rapuh karena osteoporosis mudah mengalami patah tulang (fraktkur).
4.Persentasi Cidera Yang Banyak Cidera
5.Pencegahan dan Penanggulangan Cidera
1.Cedera lutut
Sekitar 55 persen cedera akibat aktivitas olahraga berupa cedera lutut. Cedera ini termasuk satu dari 40 kasus bedah ortopedi. Terbanyak terjadi pada sendi dan tulang rawan (retak), termasuk sakit dan nyeri yang terkait dengan tempurung lutut. Risiko tinggi terjadi pada pelari, perenang, step aerobic, pesepakbola, pebasket, pevoli, dan atlet cabang atletik. Ini karena lutut menjadi tumpuan, sehingga berpotensi terkena arthritis..

2. Cedera bahu
Sebanyak 20 persen cedera karena olahraga terjadi pada bahu, termasuk akibat salah posisi, salah urat, dan ketegangan otot. Penyebabnya, aktivitas berlebih dan gerakan yang salah di daerah bahu sehingga mengenai tendon (urat). Gejalanya nyeri, kaku pada bahu, otot terkilir, hingga tulang retak.
Pencegahan: Untuk olahraga yang rentan benturan (misalnya bisbol) gunakan pelindung khusus.

3. Cedera otot pergelangan kaki
Banyak terjadi pada pesebakbola, pemain hoki, pebasket, dan pevoli karena gerakan seperti melompat, berlari, dan berhenti mendadak menyebabkan tendon terjepit.
Pencegahan: Perkuat pergelangan kaki dengan naik turun tangga atau olahraga sejenisnya. Memakai pelindung kaki tidak menjamin keselamatan, tapi meminimalkan risiko.



4. Otot tertarik
Tidak melakukan pemanasan cukup, kelelahan otot, dan otot lemah, adalah beberapa sebabnya. Lari, joging, basket, dan sepakbola, adalah contoh olahraga paling potensial menimbulkan cedera ini.
Pencegahan: Latihan peregangan yang cukup sebelum dan sesudah berolahraga. Hindari berlatih saat tubuh Anda terasa lelah. Jangan berolahraga dulu sebelum Anda benar-benar pulih pascacedera, untuk menghindari cedera lebih berat.

5. Sakit punggung bagian bawah
Banyak dialami oleh orang yang duduk terlalu lama dan penderita obesitas. Rentan pula dialami pelari, pebalap sepeda, pegolf, petenis, dan pebisbol.
Pencegahan: Lakukan pemanasan sebelum, selama, dan sesudah berolahraga. Gerakan meluruskan punggung dengan menarik perlahan kedua tangan ke atas dan menekuk punggung ke samping.

6. Cedera tulang kering
Biasa menyerang pemula, yang berambisi ingin meningkatkan tahap latihan. Memakai alas kaki yang tidak sesuai dengan aktivitas. Termasuk melompat dan berlari di landasan yang keras.
Pencegahan: Pakailah alas kaki yang tepat, berlatih secara bertahap, peregangan, dan tidak berlebihan.

7. Cedera paha
Sepakbola, hoki, basket, olahraga dengan raket, dan voli. Selain daerah paha terasa nyeri yang sangat, juga terjadi pembengkakan pada otot paha.
Pencegahan: Peregangan sebelum berlatih, berlatih dengan intensitas bertahap, latihan menguatkan daerah kaki terutama paha.

8. Gegar otak
Cedera kategori berat akibat benturan. Gejalanya yaitu kehilangan kesadaran, sakit kepala hebat, amnesia,
Pencegahan: Perlindungan memakai helm tidak menjaminan aman untuk kepala. Jika mengalami benturan, segera cari pertolongan medis.

9. Salah urat
Cedera ini timbul karena salah gerak atau kelelahan pada tendon karena aktivitas berlebih. Paling banyak dialami pelari karena gerakan lari dan lompat.
Pencegahan: Peregangan cukup dan hindari gerakan menarik otot secara tiba-tiba dan memaksa. Jika cedera terjadi, jangan tergesa berlatih kembali seb















BAB III
PENUTUP

3.1    Kesimpulan
Cedera adalah suatu akibat daripada gaya-gaya yang bekerja pada tubuh atau sebagian daripada tubuh dimana melampaui kemampuan tubuh untuk mengatasinya, gaya-gaya ini bisa berlangsung dengan cepat atau jangka lamaCedera sering dialami oleh seorang atlit, seperti cedera goresan, robek pada ligamen, atau patah tulang karena terjatuh. Cedera tersebut biasanya memerlukan pertolongan yang profesional dengan segera.
Banyak sekali permasalahan yang dialami oleh atlit olahraga, tidak terkecuali dengan sindrom ini. Sindrom ini bermula dari adanya suatu kekuatan abnormal dalam level yang rendah atau ringan, namun berlangsung secara berulang-ulang dalam jangka waktu lama. Jenis cedera ini terkadang memberikan respon yang baik bagi pengobatan sendiri
Cedera Olahraga adalah rasa sakit yang ditimbulkan karena olahraga, sehingga dapat menimbulkan cacat, luka dan rusak pada otot atau sendi serta bagian lain dari tubuh.

3.2    Saran
            Dalam berolahraga hal yang perlu diperhatikan adalah keselamatan dalam berkerja dan melakukan aktifitas, oleh sebab itu menghindari cidera olahraga sangat penting dalam hal berolahraga.





DAFTAR PUSTAKA

http://www.ilmukesehatangigi.com/2011/03/23/pelaksanaan-pelayanan-kesehatan-gigi-dan-mulut-di-puskesmas
http://www.scribd.com/doc/37664698/Referat-Puskesmas-Dan-Posyandu



Minggu, 31 Maret 2013

MAKALAH PERKEMBANGAN INDIVIDU


BAB I
PENDAHULUAN

1.1             Latar Belakang
Usia dini adalah usia 0-8 tahun yang merupakan usia pada masa keemasan seorang anak. Pada masa ini segala potensi pada usia ini harus dikembangkan secara menyeluruh dari segi kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan fisik motorik. Sehubungan dengan potensinya dalam perkembangan fisik motorik, anak usia dini memiliki energi yang tinggi. Energi ini dibutuhkan untuk melakukan berbagai kegiatan yang diperlukan dalam meningkatkan keterampilan fisik, baik yang berkaitan dengan peningkatan keterampilan motorik kasar maupun motorik halus. Kegiatan fisik dan pelepasan energi dalam jumlah besar merupakan karakteristik aktivitas anak pada masa ini. Hal itu disebabkan oleh energi yang dimiliki anak dalam jumlah yang besar tersebut memerlukan penyaluran melalui berbagai aktivitas fisik, baik kegiatan fisik yang berkaitan dengan gerakan motorik kasar maupungerakanmotorihalus.
       Pada bahan ajar ini akan disajikan tentang pengertian perkembangan motorik, prinsip-prinsip perkembangan motorik, kategori fungsi keterampilan motorik, metode-metode mengajarkan keterampilan motorik AUD, evaluasi keterampilan motorik AUD, sarana dan prasarana yang dapat digunakan dalam keterampilan motorik AUD, dan pada akhir perkuliahan mahasiswa diharapkan dapat merancang kegiatan anak usia dini yang mengembangkanketerampilanmotoriknya.
      Materi yang dituangkan bahan ajar ini diharapkan dapat dijadikan dasar pegangan bagi pendidik, guru serta lingkungan terkait yang melibatkan peserta didik pada anak usia dini guna mengembangkan keterampilan motorik, sehingga anak dapat menyelesaikan tugas motoriknya dengan baik. Hal lain juga diharapkan anak dapat menampilkan tugas motorik yang diberikan dengan tingkat keberhasilan tertentu tidak hanya bagi anak tetapi juga untuk pendidik,gurudanorangtuanantinya.

1.2.       TUJUAN
                        Selesai mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan  Pengertian Perkembangan Motorik, Hakekat perkembangan individu sepanjang hayat. Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan motorik.  Memahami perkembangan motorik anak dengan proses pembelajaran pendidikan jasmani di Sekolah Dasar.
1.3.       MANFAAT
Makalah ini diharapkan dapat berguna :
1.      Sebagai langkah awal bagi pengembangan dan peningkatan proses belajar untuk   meningkatkan kemampuan berorganisasi di lingkungan pendidikan
2.      Sebagai bahan referensi pada makalah lebih lanjut.  































BAB II
PEMBAHASAN

2.1.           Prinsip Perubahan Sepanjang Hidup
Manusia adalah makhluk hidup yang selslu mengalami perubahan dari waktu ke waktu . bermula dari proses perubahan yang terjadi dalam bentuk menyatunya sperma sang ayah dan sel telur ibu , terbentuklah serangkaian organisme yang kemudian tumbuh menjadi janin selama ± 9 bulan 10 hari , janin tumbuh dan berkembang melengkapi diri dengan organ – organ dan bagian – bagian sampai menjadi manusia kecil yang akan lahir kedunia fana dengan sebutan bayi

1. BADOMI : ( badan pergerakan olah raga mahasiswa )
2. Menangis dalam latihan bahagia saat latihan.
3. Saat dilahirkan sampai umur 2 tahun disebut masih bayi .
4. 220 – umur = denyut nadi maximal.
5. 3 hal penting yang dimiliki olah ragawan;
     a) Fisik
     b) Taktik
     c) Mental
6. Orang dikatakan sehat apabila; ( normalnya fungsi organ – organ tubuh )
7. Trygeresida ( lemak di bawah kulit )
8. Depresi ( hilang dari segala keinginan duniawi )
9. Doping ( untuk mempercepat detak jantung )
10. Second wind (tenaga yang tiba – tiba muncul akibat dari latihan terus menerus)
11. Say gen efek ( pengalaman masa lalu yang susah dilupakan )





Secara garis besar ada 5 fase perkembangan dalam hidup manusia;
1. Fase sebelum lahir ( di dalam kandungan 9 bulan 10 hari )
2. Fase bayi ( fase perkembangan di mulai saat lahir sampai 1 – 2 tahun
3. Fase anak mulai 1 – 2 tahun → 10 – 12 tahun
→ fase anak dibedakan menjadi 2 fase ;
       a) Fase anak kecil 1 – 6 tahun
       b) Fase anak besar 6/10 – 12 tahun ( anak laki – laki 12 tahun / cewek 10 tahun
4. Fase remaja perempuan dan laki – laki dimulai pada umur yang berbeda, cewek 10 di akhiri 18 tahun , dan laki – laki dimulai 12 di akhiri 20 tahun berarti perempuan mencapai adelesensi lebih awal 2 tahun
5. Fase dewasa dibagi menjadi 3 ;
       a) Fase dewasa muda ( 18 tahun perempuan , 20 laki – laki → 40 tahun )
      b) Fase dewasa madya 40 – 60 tahun
      c) Fase dewasa tua 60 – … tahun
Sebagai makhluk hidup manusia terus mengalami perubahan, mulai berada dalam kandungan lahir kemudian menjadi dewasa dan tua. Terus terjadi dalam perubahan – perubahan di aspek fisik, gerak, pikir, emosional dan kematangan.
Studi tentang perkembangan gerak mencakup diskripsi dan menjelaskan mengenai perilaku gerak manusia sepanjang hidup. Perkembangan hidup manusia secara umum terjadi dalam 5 fase yaitu;
1. Sebelum lahir
2. Bayi
3. Anak – anak
4. Remaja
5. Dewasa
            Setiap fase perkembangan terjadi dalam batasan usia tertentu. Perkembangan setiap fase di dasarkan pada kecenderungan karakteristik perkembangan yang terjadi pada kurun waktu tertentu dalam usianya.
Rangkuman
        Sebagai makhluk hidup manusia terus mengalami perubahan sepanjang hidupnya, mulai berada di dalam kandungan sampai lahir kedunia.

C. Ada beberapa istilah dalam studi perkembangan gerak yang perlu di perjelas
1. Pertumbuhan
Proses peningkatan yang ada pada diri seseorang yang bersifat kuantitatif / peningkatan dalam hal ukuran misalnya; ukuran tinggi / berat badan, bertambahnya lebar bahu, bertambahnya ketebalan dada. Istilah pertambahan kadang – kadang digunakan dalam kaitannya dengan peningkatan kemampuan intelektual dan sosial.
2. Perkembangan
Adalah suatu perubahan fungsional / kemampuan kerja organ – organ tubuh kearah keadaan yang semakin terorganisasi dan terspesialisasi.
Contoh; bayi yang belum bisa berjalan kemudian meningkat menjadi bisa berjalan / terlatih 2 – 3 langkah pada saat mengawali masa anak kecil ( 1 – 6 ) .
Pada anak kecil mula – mula baru bisa memegang bola selanjutnya bisa melakukan dengan gerakan yang lancar.
3. Kematangan
Kemajuan yang bersifat kualitatif yang bersifat biologis
Contoh;
Pada awal puber anak laki – laki bermimpi sampai mengeluarkan sperma, gejala ini menunjukkan bahwa organ reproduksi mulai matang.
Untuk mengetahui perilaku yang terbentur karena proses kematangan ada beberapa sifat yang menandainya;
a) Perilaku muncul / terjadi pertama kali dengan tiba – tiba
b) Dalam segi fisik dan biologis terjadi peningkatan itergrasi fungsi sistem organ – organ tubuh dan kemampuan reproduksi.
4. Penuaan
        Proses penurunan kwalitas organik karena bertambahnya usia. Proses menua disini bukan sekedar bertambahnya umur tetapi punya arti yang lebih khusus yaitu ( perubahan yang terjadi pada diri individu setelah puncak kematangan / perkembangan.
Contoh;
Kontrol tubuh menurun, persendian dan otot semakin kaku, kekennyalan lensa mata menurun yang mengakibatkan kerabunan.
D. Teory perkembangan
Perkembangan individu mencakup berbagai aspek yang ada di dalam dirinya. Ada beberapa pandangan dan teori penting dalam psikologi perkembangan yang bisa menjadi acuan dalam studi perkembangan gerak yaitu;
1. Teori kematangan
2. Teori keperilakuan
3. Teori kognitif
Keterangan
1. Teori kematangan ( gesel )
        Menjelaskan kematangan sebagai proses yang lebih cenderung di control oleh faktor internal, faktor internal berupa sifat keturunan / genetik. Faktor lingkungan berpengaruh terhadap perkembangan tetapi hanya secara berkala yang lebuh menentukan yaitu faktor bawaan / keturunan.

2. Teori keperilakuan / lingkungan
      Merupakan kebalikan dari apa yang dilakukan / teori kematangan, kalau teori kematangan di yakini bahwa faktor internal / keturunan yang paling berpengaruh terhadap individu maka teori keperilakuan berhadapan bahwa faktor eksternal / lingkungan yang paling berpengaruh terhadap perkembangan individu.

3. Teori kognitif
Bahwa individu dapat mempengaruhi lingkungan dan sebaliknya lingkungan dapat mempengaruhi individu dengan kata lain bahwa antara individu dan lingkungan terjadi interasi, teori ini bertolak belakang dengan teori keperilakuan.
E. Faktor – faktor yang mempengaruhi perkembangan individu
             a) Gizi
             b) Aktivitas fisik dan kondisi emosional
             c) Pengaruh penyakit
             d) Pengaruh obat – obatan dan rokok
F. Faktor – faktor yang mempengaruhi perkembangan fisik
Pertumbuhan fisik sejak lahir sampai dewasa dipengaruhi oleh berbagai faktor.
9 faktor yang mempengaruhi pertumbuhan fisik ;
           1. Keturunan
           2. Gizi
           3. Perbedaan suku
           4. Musim dan iklim
           5. Penyakit
           6. Himpitan psikososial
           7. Urbanisasi
           8. Jumlah keluarga dan status sosial ekonomi
           9. Adanya kecenderungan sekuler
→ Sekuler; ( kecenderungan adanya perubahan dari tahun ke tahun karena perkembangan zaman ).

2.2.            Priodisasi Perkembangan
Pembagian masa-masa perkembangan sekarang ini seperti yang dikemukakan oleh Harvey A. Tilker, PhD dalam “Developmental Psycology to day”(1975) dan Elizabeth B. Hurlock dalam “Developmental Psycology”(1980) tampak sudah lengkap mencakup sepanjang hidup manusia sesuai dengan hakikat perkembangan manusia yang berlangsung sejak konsepsi sampai mati dengan pembagian periodisasinya sebagai berikut:

                                 
1.      Masa Sebelum lahir (Prenatal Period)
Masa ini berlangsung sejak terjadinya konsepsi atau pertemuan sel bapak-ibu sampai lahir kira-kira 9 bulan 10 hari atau 280 hari. Masa sebelum lahir ini terbagi dalam 3 priode; yaitu:
a.    Periode telur/zygote, yang berlangsung sejak pembuahan sampai akhir minggu
kedua.
b.   Periode Embrio, dari akhir minggu kedua sampai akhir bulan kedua.
c.    Periode Janin(fetus), dari akhir bulan kedua sampai bayi lahir.
2.     Masa Bayi Baru Lahir (New Born).
Masa ini dimulai dari sejak bayi lahir sampai bayi berumur kira-kira 10 atau 15 hari. Dalam perkembangan manusia masa ini merupakan fase pemberhentian (Plateau stage) artinya masa tidak terjadi pertumbuhan/perkembangan.Ciri-ciri yang penting dari masa bayi baru lahir ini ialah:
a.            Periode ini merupakan masa perkembangan yang tersingkat dari seluruh
periode perkembangan.
b.            Periode ini merupakan saat penyesuaian diri untuk kelangsungan hidup/
perkembangan janin.
   c.       Periode ini ditandai dengan terhentinya perkembangan.
   d.      Di akhir periode ini bila si bayi selamat maka merupakan awal
           perkembangan lebih lanjut.

3.     Masa Bayi (Babyhood)
Masa ini dimulai dari umur 2 minggu sampai umur 2 tahun. Masa bayi ini dianggap sebagai periode kritis dalam perkembangan kepribadian karena merupakan periode di mana dasar-dasar untuk kepribadian dewasa pada masa ini diletakkan.
Bayi merupakan manusia yang baru lahir sampai umur 24 bulan, namun tidak ada batasan yang pasti. Pada masa ini manusia sangat lucu dan menggemaskan tetapi juga rentan terhadap kematian. Kematian bayi dibagi menjadi dua, kematian  neonatal (kematian di 27 hari pertama hidup), dan post-neonatal (setelah 27 hari).

4.   Balita
Bawah Lima Tahun atau sering disingkat sebagai Balita  merupakan salah satu periode usia manusia setelah bayi sebelum anak awal. Rentang usia balita dimulai dari dua  sampai dengan lima  tahun,atau biasa digunakan perhitungan bulan yaitu usia 24-60 bulan. Periode usia ini disebut juga sebagai usia prasekolah.

5.     Masa Kanak-kanak Awal (Early Chilhood)
Awal masa kanak-kanak berlangsung dari dua sampai enam tahun. Masa ini dikatakan usia pra kelompok karena pada masa ini anak-anak mempelajari dasar-dasar perilaku sosial sebagai persiapan bagi kehidupan sosial yang lebih tinggi yang diperlukan untuk penyesuaian diri pada waktu masuk kelas 1 SD.




6.     Masa Kanak-kanak Akhir (Later Chilhood).
Akhir masa kanak-kanak atau masa anak sekolah ini berlangsung dari umur 6 tahun sampai umur 12 tahun. Selanjutnya Kohnstam menamakan masa kanak-kanak akhir atau masa anak sekolah ini dengan masa intelektual, dimana anak-anak telah siap untuk mendapatkan pendidikan di sekolah dan perkembangannya berpusat pada aspek intelek. Adapun Erikson menekankan masa ini sebagai masa timbulnya “sense of accomplishment” di mana anak-anak pada masa ini merasa siap untuk enerima tuntutan yang dapat timbul dari orang lain dan melaksanakan/menyelesaikan tuntutan itu. Kondisi inilah kiranya yang menjadikan anak-anak masa ini memasuki masa keserasian untuk bersekolah.

7.     Masa Puber (Puberty)
Masa Puber merupakan periode yang tumpang tindih Karena mencakup tahun-tahun akhir masa kanak-kanak dan tahun-tahun awal masa remaja. Yaitu umur 11,0 atau 12,0 sampai umur 15,0 atau 16,0.
Kriteria yang sering digunakan untuk menentukan permulaan masa puber adalah haid yang pertama kali pada anak perempuan dan basah malam pada anak laki-laki.Ada empat perubahan tubuh yang utama pada masa puber, yaitu:
  • Perubahan besarnya tubuh.
  • Perubahan proporsi tubuh.
  • Pertumbuhan ciri-ciri seks primer.
  • Perubahan pada ciri-ciri seks sekunder.
8.     Masa Dewasa Awal (Early Adulthood)
Masa dewasa adalah periode yang paling penting dalam masa khidupan, masa ini dibagi dalam 3 periode yaitu: Masa dewasa awal dari umur 21,0 sampai umur 40,0. Masa dewasa pertengahan, dari umur 40,0 sampai umur 60,0. dan masa akhir atau usia lanjut, dari umur 60,0 sampai mati.

9.     Masa Dewasa madya ( Middle Adulthood).
Masa dewasa madya ini berlangsung dari umur empat puluh sampai umur enam puluh tahun. Ciri-ciri yang menyangkut pribadi dan sosial pada masa ini antara lain:
a)          Masa dewasa madya  merupakan periode yang ditakuti dilihat dari seluruh   
kehidupan manusia.
b)         Masa dewasa madya merupakan masa transisi, dimana pria dan wanita
meninggalkan ciri-ciri jasmani dan prilaku masa dewasanya dan memasuki suatu periode dalam kehidupan dengan ciri-ciri jasmani dan prilaku yang baru.
c)          Masa dewasa madya adalah masa berprestasi. Menurut Erikson, selama usia
madya ini orang akan menjadi lebih sukses atau sebaliknya mereka berhenti (stagnasi).
d)         Pada masa dewasa madya ini perhatian terhadap agama lebih besar dibandingkan
dengan masa sebelumnya, dan kadang-kadang minat dan perhatiannya terhadap agama ini dilandasi kebutuhan pribadi dan sosial.

10.Masa Usia Lanjut ( Later Adulthood).
Usia lanjut adalah periode penutup dalam rentang hidup seseorang. Masa ini dimulai dri umur enam puluh tahun sampai mati, yang di tandai dengan adanya perubahan yang bersifat fisik dan psikologis yang semakin menurun.
  
2.3.           Terminologi dan Teori Perkembangan
Terminology dalam perkembangan gerak membahas pengertian beberapa istilah yang digunakan dalam studi perkembangan pada umumnya dan studi perkembangan gerak pada khususnya.
Ada beberapa istilah dalam studi perkembangan gerak yang perlu dijelaskan pengertiannya, yaitu:
1.      pertumbuhan ( growth)
adalah proses peningkatan yang ada pada diri seseorang yang bersifat kuantitatif, atau peningkatan dalam hal ukuran. Biasanya ukuran fisik.
Contoh: bertambahnya timggi badan, lebar bahu, lebar panggul, ketebalan dada, dan berat badan.
2.      Perkembangan (development)
Adalah proses perubahan kapasitas fungsional atau kemampuan kerja organ-organ tubuh kearah keadaan yang semakin teorganisasi(organ-organ tubuh makin bisa dikendalikan sesuai dengan kemauan) dan terspesialisasi ( organ-organ tubuh semakin bisa berfungsi sesuai dengan fungsinya masing-masing).
Perubahan kuantitatif adalah perubahan yang bisa di ukur atu dihitung, perubahan kulitatif adalah perubahan dalam bentuk semakin baik, semakin lancar, pada dasarnya perubahan yang tidak bisa diukur atau sukar diukur.
Perkembangan gerak adalah suatu proses terjadi sejalan dengan bertambahnya usia dimana secara bertahap dan berkesinambung gerakan individu meningkat dari keadaan sederhana, tidak terorganisasi dan tidak terampil kearah penampilan gerak yang kompleks.dan terorganisasi dengan baik pada akhirnya mengalami penurunan keterampilan menyertai terjadinya pada masa usia tua. Dalam hal ini latihan fisik memacu atau mempercepat peningkatan kualitas perkembangan gerak.
Contoh: belum bisa berjalan, karena berlatih 2-3 langkah pada saat mengawali masa anak kecil dan selanjutnya menjadi bisa berjalan dengan lancar.
3.      kematangan ( maturation)
adalah kemajuan yang bersifat kualitatif dalam perkembangan biologis. Kematangan merupakan kemajuan yang bersifat instrinsik dan menggambarkan perubahan yang berkembang dalam suatu urutan sejalan dengan pertambahan usia, dan tanpa pengaruh langsung olehstimulus eksternal. Contoh tanda-tanda kematangan:

-                  pada bayi yang sudah bisa duduk pada usia mendekati satu tahun, yang seolah-olah ingin mengankat tubuhnya untuk berdiri. Tiba-tiba anak tersebut mampu berdiri, padahal sebelumnya ia belum pernah mampu berdiri. Keadaan ini menunjukkan anak ini mulaii matangn untuk bisa berdiri. Pada saat ini peranan orang tua menjadi penting dalam memberi kesempatan pada anak itu untuk belajar berdiri sendiri.
-                Pada awal masa puber, anak laki-laki bermimpi sampai mengeluarkan sperma. Gejala ini menunjukkan dia matang pada organ reproduksinya.
Ada beberapa sifat yang menandai terbentuknya proses kematangan atau bbukan karena proses belajar:
-                perilaku muncul atau terjadi pertamakali secara tiba-tiba. Pemunculannya tanpa proses belajar
-            perwujudan pola perilaku terjadi secara urut dan teratur, tetapi polanya bisa sedikit berbeda antara setiap individu.
-                Dalam segi fisik dan biologis terjadi peniingkatan integrasi fungsi system organ-organ tubuh dan kemampuan reproduksi.




4.      Penuaan(aging)
Proses penurunan kualitas organic karena bertambahnya usia.perubahan ini terjadi setelah individu mencapai puncak kematangan atau puncak perkembangan. Contoh: persendian dan otot mulai semakin kaku atau tidak fleksibel yang mengakibatkan kemampuan gerak menurun. Keknyalan lensa mata menurun sehingga menjadi rabun.

Teori Perkembangan
Perkembangan dikaji dari perspektif biologis dan psikologis.
                             Perspektif biologis: keterbentukan dan perkembangan bagian-bagian dan system tubuh  dpelajari dalam level seluler dan pada level organistik.
                             Pe spektif psikologis : individu dipelajari dalam segi berpikir, emosi dan perasaan..
Ada  beberapa pandangan dan teori penting dalam psikologi perkembangan
Yang bisa menjadi acuan dalam studi perkembangan gerak.


1.      Teorikematangan ( maturational theory)
Individu berkembang dengan iramanya masing-masing tetapi dengan pola urutan yang sama dengan individu yang lain.  Arnold Gessel menjelaskan kematangan sebagai proses yang lebih terkontrol oleh factor internal dan kurang terkontrol oleh factor eksternal.
Dalam teori ini menyatakan bahwa perkembangan dan penguasaan pola gerak tertentu tidak bisa dipercepat melalui program latihan tertentu sebelum perkembangan biologisnya mencapai taraf kesiapan untuk mempelajarinya gerakan tertentu itu.

2.      teori keperilakuan (behavioral theory)
Teori ini kebalikan dari teeori kematangan, kalau kematangan berprinsip factor internal yang paling berpengaruh, teori keperilakuan berprinsip factor eksternallah yang mempengaruhi perkembangan individu.


3.      teori kognitif
teori ini menyatakan bahwa manusia dapat mempengaruhi lingkungan dan sebaliknya llingkungan dapat mempengaruhi individu. Menurut piages proses perkembangan dipengaruhi oleh pertumbuhan biologis, penngalaman anak, hubungan social dan sikap orang dewasa, serta kecenderungan yang ada pada diri manusia untuk mencari keseimbangan dengan lingkungan dan dalam dirinya.
     Apabila seseorang menganut teori kematangan, maka pendidik dalam bidang olahraga dianggap sebagai pengantar, karena bakat dan faktor keturunanlah yang menentukan keberhasilan orang tersebut.
      Apabila seseorang menganut teori keprilakuan maka peran pendidik ataupun pelatih sangatlah besar, karena disinilah faktor keberhasilan olahragawan ditentukan. Lingkungan dan pendidik sangatlah berpengaruh.
     Dari kedua paham yang bertolak belakang tersebut, para ahli mencoba memadukannya. Konsekuensi pemaduan kedua paham tersebut dalam bidang olahraga adalah bahwa bakat dan pembinaan sama pntingnya. Prestasi olahraga yang tinggi hanya dapat dicapai oleh individu yang memiliki bakat di bidang olahraga dan dibina dengan baik sejak usia muda. Karena tidak semua orang berbakat di bidang olahraga maka penanganan pendidikan jasmani di sekolah dasar seharusnya tidak berorientasi pada arah pembinaan prestasi di bidang olahraga melainkan membina anak agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik sesuai dengan potensinya masing-masing.
      Dalam menangani anak yang berbakat olahraga sejak usia dini seharusnya dilakukan secara berhati. Setiap fase perkembangan ada kecenderungan tertentu pada diri individu di dalam pertumbuhan, perkembangan dan kematangannya yang memerlukan perlakuan yang dari para pendidik. Perlakuan yang tidak sesuai dengan fase perkembangan bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya


.





BAB III
PENUTUP

3.1    Kesimpulan
   Manusia adalah makhluk hidup yang selslu mengalami perubahan dari waktu ke waktu . bermula dari proses perubahan yang terjadi dalam bentuk menyatunya sperma sang ayah dan sel telur ibu , terbentuklah serangkaian organisme yang kemudian tumbuh menjadi janin selama ± 9 bulan 10 hari , janin tumbuh dan berkembang melengkapi diri dengan organ – organ dan bagian – bagian sampai menjadi manusia kecil yang akan lahir kedunia fana dengan sebutan bayi

3.2    Saran
Hendaknya makalah ini jangan hanya dibaca saja namun penulis menyarankan makalah ini selalu di baca sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari – hari serta di terapkan dalam masyarakat.
















DAFTAR PUSTAKA